-18%

Paket Galang Press

Rp213.000 Rp175.000

1 x Dilarang Bernyanyi di Kamar Mandi

Penulis: Seno Gumira Ajidarma Penerbit: Galang Press ISBN: 9786021318669 Jumlah Halaman: 212 hlm

In stock

1 x Arief Budiman (Soe Hok Djin) Melawan tanpa Kebencian

Penulis: KH. Mustofa Bisri, et al. Penerbit: Galang Press ISBN: 9786028728539 Jumlah Halaman: 268 hlm

In stock

1 x Iblis Tidak Pernah Mati

Penulis: Seno Gumira Ajidarma Penerbit: Galang Press ISBN: 9786028728508 Jumlah Halaman: 219 hlm

In stock
Share

Dilarang Bernyanyi di Kamar Mandi (Seno Gumira Ajidarma)

Seorang primadona yang memiliki suara emas, sampai-sampai para pria sekampung baik tua maupun muda, tergoda oleh alunan merdu suaranya saat menyanyi di kamar mandi.

Tentu saja, aksi itu menuai protes para perempuan kampung hingga ketua RT terpaksa mengeluarkan peraturan baru: DILARANG MENYANYI DIKAMAR MANDI!

 

Arief Budiman (Soe Hok Djin), Melawan tanpa Kebencian (KH. Mustofa Bisri, et al.)

Menyebut nama Arief Budiman, praktis tertuju pada sosok aktivis ’66 yang vokal mengkritik penguasa. Kala menjadi mahasiswa Universitas Indonesia, lelaki yang bernama asli Soe Hok Djin ini bergabung ke kelompok Manikebu (Manifesto Kebudayaan) yang berlawanan paham dengan Lekra (Lembaga Kesenian Rakyat). Lewat tulisan-tulisannya dan aksinya, ia mendukung penggantian rezim dari Sukarno ke Soeharto. Naluri seorang revolusioner menjadikan dirinya tak kenal lelah untuk membendung politik penguasa yang sudah sewenang-wenang. Meski ikut mengantarkan Soeharto ke tampuk kekuasaan, ia mencecar rezim Soeharto dengan kritikan pedas pada tahun 1980-an.

Pergerakannya dalam membendung kediktatoran Soeharto tersebut boleh dibilang sangat mengakar kuat di kalangan mahasiswa. Tak tanggung-tanggung, Arief menggunakan cara pandang Marxisme dalam mengevaluasi model pembangunan Orde Baru yang kapitalistik. Ideologi yang saat itu dilarang oleh rezim Soeharto. Kakak dari Soe Hok Gie ini bahkan merintis Kelompok Studi dan membangun jaringan gerakan kiri mahasiswa. Nalar kritisnya selalu ia tuangkan dalam tulisan dan aksi demonstrasi. Tak heran, ia pun menjadi penyemangat bagi para mahasiswa.

Tak dimungkiri, rezim Soeharto pun dibuat gerah. Arief, sang penantang Orba, sempat ditahan oleh pihak kepolisian. Namun, akibat berkonflik dengan pihak rektorat Universitas Kristen Satya Wacana terkait pemilihan rektor yang tidak demokratis, Arif sebagai pengajar di kampus tersebut memutuskan untuk berkarier di Australia hingga mencapai gelar Guru Besar. Saat ini, Arief tak muda lagi, namun pemikiran dan semangatnya terus berkobar dalam benak sahabat-sahabatnya, murid-muridnya, para aktivis, serta para pembaca tulisan-tulisannya. Buku ini adalah kumpulan tulisan orang-orang yang dekat dengan Arief Budiman. Semoga dengan cara demikian, semangatnya untuk memperjuangkan keadilan, akan terus menginspirasi lintas generasi.

 

Iblis Tidak Pernah Mati (Seno Gumira Ajidarma)

Kumpulan cerita Iblis Tidak Pernah Mati pertama kali terbit pada 1999. Isinya ditulis dari tahun 1994 sampai 1999. Artinya, kronologi penulisan cerita-cerita dalam buku ini melalui momen historis Reformasi 1998, rangkaian peristiwa yang menjadi penanda peralihan zaman. Susastra menjadi dunia alternatif dari realitas faktual, tetapi realitas faktual tak terhindarkan keberadaanya dalam ruang imajinasi. Jika hubungan susastra, politik, dan sejarah perlu diperiksa, Iblis Tidak Pernah Mati menawarkan perbincangan yang selalu kontekstual.

Weight 700 g
SKU: PAK10000004 Category: Tags: , ,