-18%

Paket Mojok

Rp194.000 Rp160.000

1 x Sarapan Pagi Penuh Dusta

Penulis: Puthut EA Penerbit: Mojok ISBN: 9786021318584 Jumlah Halaman: 140 hlm

In stock

1 x Serat Cantigi

Penulis: E. Rokajat Asura Penerbit: Mojok ISBN: 9786021318317 Jumlah Halaman: 298 hlm

In stock

1 x Elegi Sendok Garpu

Penulis: Bagus Dwi Hananto Penerbit: Mojok ISBN: 9786021318614 Jumlah Halaman: viii + 188 hlm

In stock
Share

Sarapan Pagi Penuh Dusta (Puthut EA)

Cerita-cerita yang terdapat dalam kumpulan cerpen ini seperti mengajak pembaca untuk meniti ketegangan antara mengorbankan dan menyimpan, melukai dan menyembuhkan, merusak dan merawat, meresahkan dan mendamaikan, serta mengenang dan melupakan.

 

Serat Cantigi (E. Rokajat Asura)

Harus ada orang yang paham bahwa perjuangan itu lahir dari hati dan keterdesakan. Manakala perjuangan itu dinilai bertentangan, harus ada pengadil yang bekerja dengan hati. Tanpa itu kekuasaan hanya berfungsi memerankan satu sisi tugasnya, yaitu menindas.

Pergulatan seorang anak untuk menemukan fakta bahwa bapaknya tidak terlibat pemberontakan DI/TII mendapati jalan terjal. Ada upaya terselubung dari pihak-pihak tertentu yang ingin menggagalkan usahanya. Nove ini akan membawa pembaca untuk menyelami sebuah kisah tentang perjuangan seorang anak yang berusaha menguak tabir dan melawan takdir agar ia dan keluarganya dapat hidup tenang dan tenteram.

 

Elegi Sendok Garpu (Bagus Dwi Hananto)

Aku selalu bertanya-tanya, apa di dunia ini ada yang bisa membuat bintang-bintang mungil dari sedotan plastik seperti yang ibuku bikin untuk kami di masa aku masih kecil? Aku lahir dalam sebuah keluarga yang dulunya masih menyimpan tradisi. Saat kecil, aku seringkih orang kurang nutrisi di pedalaman yang diabaikan pemerintah—sering batuk menjelang musim penghujan datang. Dan karena itulah para orangtua menyarankan supaya diriku meminum air kencing ibu. Air kencing itu harus air pertama yang keluar saat ibuku bangun kala fajar. Dan menurut mereka itu bisa menghentikan batuk yang aku derita untuk selamanya. Sejak saran itu, bahkan sampai bertahun-tahun kemudian, aku selalu waspada dalam menerima rencana meminum air kencing ibu dan membayangkan bagaimana rasanya ketika sampai ke mulut. Meski begitu, ketika aku menunggu sampai bertahun-tahun di masa kecil, obat yang dikata mujarab itu tidak kunjung dicekokkan ke mulutku sebab ibu tidak tega menyuruh anaknya minum air kencingnya. .

Jika aku batuk—dalam kenangan ibuku yang selalu ia katakan pada tahun-tahun silam—maka aku akan meringkuk di samping tempat tidur, tenggelam dalam persembunyian. Tubuh kecilku, menurutnya, terlalu keras menerima derak suara batuk yang kasar itu sampai-sampai mengguncang seluruh bahuku tiap kali aku batuk.

Anehnya aku tidak ingat apa yang persisnya ibu katakan tentang diriku. Aku sekadar mengingat tentang minum air kencingnya.

Weight 750 g
SKU: PAK10000007 Category: Tags: , , ,