-17%

Paket Pataba

Rp180.000 Rp150.000

1 x Cinta Pertama

Penulis: Maxim Gorky Penerjemah: Ladinata Penerbit: Pataba Press ISBN: 9786026021182 Jumlah Halaman: xx+148 hlm

In stock

1 x Anekdot Moskow

Penulis: Koesalah Soebagyo Toer Penerbit: Pataba Press ISBN: 9786027197886 Jumlah Halaman: viii+156 hlm

In stock

1 x Dunia Samin

Penulis: Soesilo Toer Penerbit: Pataba Press ISBN: 9786027389335 Jumlah Halaman: xxvi + 286 hlm

In stock
Share

Cinta Pertama (Maxim Gorky)

“Dapatkah kau rasakan betapa aku mencintaimu? Aku tidak pernah bisa mengalami begitu banyak kegembiraan, sebanyak seperti yang aku rasakan ketika denganmu. Ini sungguh benar. Percayalah! Tidak pernah aku mencintai dengan begitu penuh rasa kasih, dengan begitu penuh kelembuatan, juga dengan begitu penuh senang hati. Dengan perasaan takjub, bersamamu, aku merasa baik-baik saja…”

“Spontanitas yang Maxim Gorky perlihatkan menghajar saya sebagai sesuatu yang sangat unik.” Stefan Zweig

“Inilah karya Maxim Gorky yang banyak dipuji orang karena keindahan dan melankolitasnya. Penuh dengan data yang jarang ditemukan orang. Sebuah karya yang berkiblat pada kepincangan sosial pada umumnya.” Soesilo Toer

 

Anekdot Moskow (Koesalah Soebagyo Toer)

“Catatan ini saya buat sebagai pelengkap catatan saya dalam buku Kampus Kabelnanya (Kepustakaan Populer Gramedia, September 2003) karena saya anggap hal-hal ini pun perlu saya kemukakan kepada pembaca. Hal-hal ini merupakan pengalaman konkret, yang apabila tidak dicatat akan hanya hilang dimakan waktu.

Dengan sendirinya timbul pertanyaan: empat puluh tahun jangka waktu yang tidak pendek, apakah hal-hal yang dialami itu tidak sudah dimakan waktu? Memang benar detail-detail bisa jadi hilang dimakan waktu. Namunhal-hal pokok tidak. Ia ibarat tonggak-tonggak kilometer yang sepanjang zaman menyatakan: ini lo peristiwa itu.

Selain itu, masih ada dukungan bahan tertulis. Dan, dukungan ingatan dari teman-teman yang masih hidup pun memperkukuh argumentasi tersebut. Perlu disinggung dalam akitan ini bahwa di antara 31 orang mahasiswa lulusan pertama tahun 1965 masih ada lima orang yang masih hidup waktu catatan ini saya buat.

Soal keakuratan dalam mencatat dan memberikan keterangan adalah segi yang dimungkinkan. Hal itu termasuk keniscayaan, yang apabila terjadi hanya harus diterima apa adanya.

Catatan saya tutup dengan sejumlah anekdot yang seperti pada setiap bangsa cukup berkembang pula pada orang Rusia. Bisa dirasakan anekdot itu cukup senada dengan anekdot bangsa-bangsa lain, terutama anekdot sesudah keruntuhan Uni Sovyet.”

 

Dunia Samin (Soesilo Toer)

Buku Dunia Samin ini membantu kita melihat sukuSamin dari banyak titik sekaligus. Buku cerita ini sudah disusun Soesilo Toer sejak 1963. Seusai belajar di Universitas Lumumba, adik nomor enam sastrawan Pramoedya Ananta Toer ini menambahkan cerita itu.

Keluar dari penjara Orde Baru di tahun akhir 70-an, doktor yang menjadi pemulung di seantero Blora ini, menambahkan lagi cerita Samin ini. Jadilah tiga bagian cerita Samin ini ditulis dalam rentang waktu yang cukup lama. Samin yang gagah berani, pintar, lurus, dan lucu itu pun menjadi semacam jalan hidup sedulur sikep.

Alkisah, kampung geger oleh tertangkapnya seekor kera. Kera tua yang malang itu dibawa ke rumah Samin si kepala desa. Warga berseru: “Bunuh saja!” Samin menolak eksekusi seperti itu. Warga ngotot, karena si kera sudah merusak tanaman.

“Kera yang sudah lari itu yang merusak tanaman. Bukan dia yang tertangkap. Yang ini hanya cari makan. Lihat matanya, itu adalah matamu. Coba perhatikan tangannya, itu adalah tanganmu. Antara dia dan kita hanya dibedakan oleh ekor. Kalau ekor itu kita potong, ia akan sanggup bicara seperti kita,” kata Samin yang kemudian meringis persis kera tua itu.

Humor-humor satir semacam itu kita temukan bertebaran di 130 cerita Samin dalam buku ini. Tokoh utamanya memang Samin yang didampingi istrinya. Samin yang seorang kepala desa merawat kebijaksanaan dengan pikiran-pikiran di luar kotak.

Weight 700 g